Jakarta – Electronic Arts melalui game sepakbola miliknya berjudul EA Sports FC 26, telah meramal negara yang akan menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026. Kira-kira prediksi mereka kali ini jatuh kepada siapa ya?
EA sebelumnya juga berhasil memprediksi pemenang empat Piala Dunia terakhir pada 2010 (Spanyol), 2014 (Jerman), 2018 (Prancis), dan 2022 (Argentina). Terakhir kali, mereka juga sukses menebak Lionel Messi memenangkan penghargaan Golden Ball Award (pemain terbaik) pada 2022.
Sekarang, EA Sports sudah menjalankan ratusan simulasi pertandingan Piala Dunia tahun ini pada event terbarunya, The World’s Game. Saat ini mereka telah mendapatkan hasil berdasarkan negara yang sering memenangkan event tersebut.
Prediksi EA Sport untuk juara Piala Dunia FIFA 2026 jatuh kepada Spanyol. Seperti yang diketahui, negara ini punya rekam jejak yang luar biasa. Gelar Piala Dunia pertama mereka pada 2010, diraih setelah memenangkan Euro 2008.
Selain gelar juara, salah satu pemain Spanyol juga diprediksi akan mencuri banyak perhatian. Lamine Yamal, akan melakukan debutnya Piala Dunianya bersama Spanyol, dan EA Sports memperkirakan enam minggu ke depan menjadi momen spesial bagi pemain sayap berusia 18 tahun ini.
EA Sports menyebut Yamal akan menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen internasional ini. Lalu ada Pedri, yang akan menjadi salah satu pemain dengan assist terbanyak.
Sementara untuk tuan rumah, dari simulasi yang sudah dilakukan, Amerika Serikat (AS) paling sering tersingkir di babak 16 besar. Itu adalah tahap yang sama seperti saat negara ini tersingkir di Piala Dunia 2022, setelah kalah dari Belanda dengan skor akhir 1-3.
Namun penelitian yang dilakukan EA Sports ini turut menemukan bahwa AS sering mencapai perempat final, dengan penyerangnya, Malik Tillman, kemungkinan besar menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim.
Sebagai tambahan informasi, prediksi ini berdasarkan data yang diperoleh EA Sports melalui sejumlah simulasi. Game ini menggunakan peringkat pemain individu, performa tim secara keseluruhan, statistik historis, dan berbagai algoritma yang mampu mensimulasikan ribuan pertandingan.
Setiap permainan diproses oleh kecerdasan buatan (AI). Kemudian menghasilkan skenario yang mungkin akan terjadi di dunia nyata. Meskipun bukan ilmu pasti, tingkat detail dalam permainan ini telah memungkinkan simulasinya menjadi semakin canggih dan banyak diikuti.
Terlepas dari hal itu, pertanyaannya adalah apakah Spanyol, sebagai negara yang juga menjadi juara Euro 2024, dapat mengulang sejarah pada 2010? Untuk saat ini para penggemar sepakbola belum bisa mendapatkan jawabannya, mengingat Piala Dunia 2026 baru dimulai beberapa hari dan akan berakhir pada pertengahan Juli 2026. Jadi masih harus menunggu hingga acaranya selesai.